Kamis, 20 Juni 2013

HUBUNGAN HELMINTHES DENGAN KESEJAHTERAAN MANUSIA




Disusun Oleh :
Dian Faisal Ardianto (A.102.08.019)


Akademi Analis Nasional Surakarta
2012/2013

BAB I
Pendahuluan


Parasitologi adalah suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua organisme parasit. Tetapi dengan adanya kemajuan ilmu, parasitologi kini terbatas mempelajari organisme parasit yang tergolong hewan parasit, meliputi: protozoa, helminthes, arthropoda dan insekta parasit, baik yang zoonosis ataupun anthroponosis. Cakupan parasitologi meliputi taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, serta patologi dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Organisme parasit adalah organisme yang hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang selalu merugikan organisme yang ditempatinya (hospes).
 Menyadari akibat yang dapat ditimbulkan oleh gangguan parasit terhadap kesejahteraan manusia, maka perlu dilakukan usaha pencegahan dan pengendalian penyakitnya. Sehubungan dengan hal tersebut maka sangat diperlukan suatu pengetahuan tentang kehidupan organisme parasit yang bersangkutan selengkapnya. Tujuan pengajaran parasitologi, dalam hal ini di antaranya adalah mengajarkan tentang siklus hidup parasit serta aspek epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Dengan mempelajari siklus hidup parasit, kita akan dapat mengetahui bilamana dan bagaimana kita dapat terinfeksi oleh parasit, serta bagaimana kemungkinan akibat yang dapat ditimbulkannya. Selanjutnya ditunjang oleh pengetahuan epidemiologi penyakit, kita akan dapat menentukan cara pencegahan dan pengendaliannya.


BAB II
Pembahasan


B.1. Pengertian Helminthes
Helminth berarti cacing, baik yang hidup secara parasite maupun yang hidup bebas. Helminth (cacing) termasuk dalam golongan Metazoa (binatang bersel banyak) yang dilengkapi dengan jaringan ikat dan organ-organ yang berasal dari ektoderm, endodermdan mesoderm.
Kulit cacing ata kutikula dapat keras atau kuat dan elastis, relatif lembut. Kebanyakan resisten terhadap pencemaan. Dapat dilengkapai oleh spine (spina), Hooks (kait-kait),cutting plate, stylet, untuk melekat, menembus dan merusak jaringan host (inang). Bentukan-bentukan tersebot biasanya terdapat disekitar mulut. Beberapa spesies dilengkapi dengan kelenjer yang sektesinya masuk kedalam mulut cacing dan berfungsi mencema jaringan host(inang) yang digunakan sebagai makanannya atau dapatjuga menyebabkan cacing bermigrasi dalam jaringan host (inang).

B.2.Penggolongan Helminthes
Berdasarkan taksonomi helmint terbagi menjadi :
B.2.1. Nemalthelminthes (cacing gilik, nematoda)
Staduim dewasa yang termasuk dalam kelas ini adalah kelas Nematoda. Nematoda juga dibagi menjadi dua bagian kembali yaitu Nematoda usus dan nematoda jaringan. Untuk nematoda usus dibagi menjadi nematoda STH (soil transmittedhelminth) dan non-STH.
Nematoda Usus
Nematoda Jaringan
STH (soil transmitted helminth) 
Ascaris lumbricoides
Trichuris trichiura
Ancylostoma duodenale
Ancylostoma branziliense
Ancylostoma caninum
Necator americanus
Strongiloides stercoralis
Non-STH
Oxyuris vermicularis
Trichinella spiralis
Wuchereria bancrofti  
Brugia malayi
Brugia timori
Oncocerca volvulus
Loa loa
Dracunculus medinensis
Manzonella ozzardi

B.2.2. Platyhelminthes (cacing pipih)
Cacing dewasa yang termasuk Platyhelminthes yaitu kelas Trematoda (cacing daun) dan kelas Cestoda (cacing pita).
Trematoda
Cestoda
Trematoda Hati 
Clonorchis sinensis
Opisthochis felineus
Opisthoirchis viverrini
Fasciola
Trematoda Usus
Fasciolopsis buski
Echinostomatidae
Heterophyidae
Trematoda Paru
Paragonimus westermani
Trematoda Darah
Schistosoma japonicum
Schistosoma mansoni
Schistosoma haematobium
Taenia saginata  
Taenia solium
Diphyllobothrium latum
Hymenolepis nana
Hymenolepis diminuta
Echinococcus granulosus
Echinooccus multilocularis


B.3.Hubungan Helminthes Dengan Kesejahteraan Manusia
B.3.1.Kesejahteraan Pada Masyarakat Menengah Kebawah.
Kesejahteraan masyarakat sangat berpengaruh terhadap penularan helminthes,teutama pada kondisi masyarakat menengah kebawah.Kebiasan masyarakat yang tidak memperdulikan kebersihan diri serta lingkungan mempercepat seseorang untuk terinfeksi helminthes.Lingkungan yang buruk,sistem sanitasi yang kurang baik,serta kebiasaan masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan diri menjadi faktor pendorong seseorang untuk dapat terinfeksi helminthes.Tidak tersedianya toilet yang memadai disertai masih bamnyak kebiasaan masyarakat yang buang kotoran sembarang tempat,semakin membuat penyebaran helminthes semakin tidak terkendali.Pada kondisi masyarakat menengah kebawah penyebab infeksi helminthes lebih didominasi oleh helminth yang penularannya melalui tanah atau yang sering disebut dengan Soil Transmitted Helminth.Hal ini disebabkan dari kebiasaan masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan diri sendiri dan lingkungan yang ditempatinya.
Berikut beberapa contoh parasit yang sering menginfeksi pada masyarakat kondisi menengah kebawah:
1.Ascaris lumbricoides
Cacing ini banyak terdapat di daerah tropis dengan kondisi sanitasi yang buruk.Kurangnya pemakaian jamban keluarga menimbulkan pencemaran tanah dengan tinja di sekitar halaman rumah, di bawah pohon, di tempat memncuci dan di tempat pembuanagn sampah. Tanah liat, kelembaban tinggi dan suhu 25-30oC merupakan kondisi yang sangat baik untuk berkembangnya telur Ascaris lumbricoides menjadi bentuk infektif.
2.Trichuris trichiura
Penyebaran cacing ini hampir sama dengan Ascaris. Cacing ini banyak terdapat di daerah tropis dengan kondisi sanitasi yang buruk.Kurangnya pemakaian jamban keluarga menimbulkan pencemaran tanah dengan tinja di sekitar halaman rumah, di bawah pohon, di tempat memncuci dan di tempat pembuanagn sampah.Cacing ini lebih sering menginfeksi anak-anak,hal ini disebabkan dari kebiasan dari anak-anak yang tidak pernah mencuci tangan sebelum makan.
3.Hook worm
Cacing ini tersebar luas di daerah tropis dan subtropis.Cacing ini mempunyai prevalensi yang tinggi di perkebunan dan persawahan.Menyerang terutama golongan sosial ekonomi rendah.Tanah yang gembur,lembab,teduh,tanah berpasir,atau tanah liat dan humus merupakan tempat ideal bagi pertumbuhan telur cacing tambang menjadi infektif. Kebiasaan defekasi di tanah dan pemakaian tinja sebagai pupuk kebun (di berbagai daerah tertentu) penting dalam penyebaran infeksi.Selain itu kebiasaan tidak memakai alas kaki merupakan faktor-faktor yang menguntungkan perkembangan dan penyebaran cacing tambang.
4.Strongyloides stercoralis
Insiden infeksi hampir sama dengan infeksi cacing tambang tetapi dengan angka yang lebih rendah.Keadaan tanah,iklim,sanitasi,lingkungan yang buruk dan kotor serta kebiasan tanpa menggunakan alas kaki merupakan faktor untuk terjadinya penularan.
5.Hymenolepis nana
Lingkungan yang buruk,sanitasi yang kurang baik serta kebersihan dari setiap individu yang  masih kurang merupakan faktor pendorong untuk terinfeksi parasit ini.
6.Hymenolepis diminuta
Hampir sama dengan Hymenolepis nana lingkungan yang buruk,serta kebersihan dari setiap individu yang kurang,sanitasi yang tidak baik merupakan faktor pendorong untuk terinfeksi parasit ini.

B.3.2.Kesejahteraan Pada Masyarakat Menengah Keatas
Ternyata dalam kehidupan sehari-hari parasit helminthes tidak hanya menyerang pada masyarakat dengan kondisi kesejahteraan menengah kebawah,tetapi juga dapat menyerang pada masyarakat dengan kesejahteraan menengah keatas.Tetapi penularan helminthes pada masyarakat menengah keatas berbeda dengan penularan pada masyarakat menengah kebawah.Meskipun pada masyarakat dengan kondisi kesejahteraan menengah keatas sudah memperdulikan kebersihan diri sendiri dan lingkungan yang ditempatinya serta sudah memiliki sistem sanitasi yang baik,ternyata masyarakat menengah keatas masih dapat terkena infeksi parasit helminthes.Jika penyebab penularan parasit helminthes pada kondisi masyarakat menengah kebawah disebabkan karena lingkungan yang buruk,sistem sanitasi yang kurang baik,serta kebiasaan dari masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan diri sendiri.Tetapi penyebab penularan parasit helminthes pada masyarakat menengah keatas lebih disebabkan karena gaya hidup,dan kebiasaan dari masyarakat itu sendiri.Kebiasaan masyarakat yang gemar mengkonsumsi daging serta ikan mentah dalah kehidupan sehari-hari menjadi pendorong penularan helminthes pada masyarakat.
Berikut beberapa contoh parasit yang sering menginfeksi pada masyarakat kondisi menengah keatas:

1.Trichinella spiralis
Parasit ini banyak terdapat pada produk makanan daging terutama pada produk makanan daging babi.Parasit ini dapat menginfeksi masyarakat dikarenakan kebiasaan dari masyarakat menengah keatas yang gemar dalam mengkonsumsi produk makanan daging.
2.Taenia saginata
Penyebab penularan parasit ini sama yaitu kegemaran masyarakat menegah keatas dalam mengkonsumsi produk makanan daging terutama daging sapi yang dalam proses pengolahannya kurang matang.
3.Taenia solium
Penyebab penularan parasit ini yaitu kegemaran masyarakat menegah keatas dalam mengkonsumsi produk makanan daging terutama daging babi yang dalam proses pengolahannya kurang matang.
4.Diphyllobothrium latum
Parasit ini dapat menginfeksi masyarakat terutama pada masyarakat yang gemar mengkonsumsi ikan mentah.Kebiasaan masyarakat yang gemar mengkonsumsi ikan mentah seperti produk makanan sushi menjadi faktor pendorong masyarakat untuk dapat terinfeksi parasit ini.
5.Paragonimus westermani
Parasit ini dapat menginfeksi masyarakat,terutama pada masyrakat yang gemar mengkonsumsi produk makanan olahan seafood yang dalam proses pengolahannya kurang matang.
6.Fasciola hepatica
Parasit ini dapat menginfeksi masyarakat,terutama pada masyrakat yang gemar mengkonsumsi produk makanan olahan seafood yang dalam proses pengolahannya kurang matang.
7.Schistosoma sp
Penyebab infeksi parasit ini sama yaitu pada masyrakat yang gemar mengkonsumsi produk makanan olahan seafood yang dalam proses pengolahannya kurang matang.











BAB III
Penutup

Parasit helminthes ternyata tidak hanya dapat menginfeksi pada masyarakat dengan kondisi kesejahteraan menengah kebawah,tetapi juga dapat menginfeksi pada masyarakat dengan kondisi kesejahteraan menengah keatas.Tetapi penularan helminthes pada masyarakat menengah keatas berbeda dengan penularan pada masyarakat menengah kebawah.Jika penyebab penularan parasit helminthes pada kondisi masyarakat menengah kebawah disebabkan karena lingkungan yang buruk,sistem sanitasi yang kurang baik,serta kebiasaan dari masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan diri sendiri.Tetapi penyebab penularan parasit helminthes pada masyarakat menengah keatas lebih disebabkan karena gaya hidup,dan kebiasaan dari masyarakat itu sendiri.Kebiasaan masyarakat yang gemar mengkonsumsi daging serta ikan mentah dalah kehidupan sehari-hari menjadi pendorong penularan helminthes pada masyarakat.




Daftar Pustaka

-          http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/103/jtptunimus-gdl-rasmirahni-5149-2-bab2.pdf
-          http://inalessy.blogspot.com/2010/04/epidemiologi-cacingan.html
-         http://www.gemari.or.id/artikel/350.shtml
-          Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 424/Menkes/SK/VI/2006 tentang Pendoman Pengendalian Cacingan
-          Srisasi dkk. 1998. Parasitologi Kedokteran Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar